Dear Blogger's

My name is "Claudia Christi"
Born in Kediri, East Java
Now I live in Jakarta
I'm studying accounting at University Gunadarma

Kamis, 06 November 2014

Dua Pigura

Ini saya cerita tentang kejutan di akhir bulan oktober kemarin. Tadinya saya tidak menyangka akan mendapatkan hadiah di hari ulang tahun saya. Dihari ulang tahun saya, teman-teman pun tidak ada yang memberi ucapan selamat ulang tahun, walaupun saya tau mereka sebenarnya berniat untuk mengerjain saya. Saya pun diam, saya berfikir nanti juga dia memberi ucapan. Nah parahnya mereka itu tidak ada basa-basinya sama sekali. Tadinya saya kecewa dan sedih, beneran mereka gak inget apa mereka hanya pura-pura saja. Udah seminggu saya diam saja. 

Seminggu berlalu, saya pun mendapat kejutan dari teman SMA dan kuliah. Mereka memberi hadiah berupa pigura beserta foto "Alay" masa-masa sekolah dulu, saya pun tertawa. Awalnya saya tidak menyangka bakal dikasih hadiah seperti itu. Sebenarnya saya malu lihat foto saya jaman dulu. Tapi saya menghargai pemberian dari teman saya. Dan sekarang saya punya pigura foto dengan foto alay.

Dulu  waktu sekolah gak tau kenapa saya suka banget foto-foto. Foto sendiri dan foto bersama teman-teman. Setiap ada kesempatan, dengan tidak menyia-nyiakan saya sama teman-teman pun foto dengan gaya yang tidak masuk akal. Tadinya hanya sebatas buat kenang-kenangan. Sampe memory di Handphone saya pun tidak bisa menampung. Dan akhirnya saya pindahin semua data foto saya ke laptop. 

Setelah kuliah saya pun jarang foto bareng sama teman-teman. Terus foto yang saya simpan lama di laptop, saya buka dan saya lihat-lihat. Saya lihat foto jaman dulu sambil tertawa, ternyata dulu waktu masih dibangku sekolah saya punya hobi "selfie" bahasa kerennya jaman sekarang. Ternyata itu menjadi suatu kenangan yang lucu.

Rabu, 05 November 2014

28 Oktober 2014, yang ke-21 Tahun

Pada tanggal 28 Oktober 2014 kemarin saya ulang tahun ke-21. Biasanya setiap tanggal 28 oktober, saya selalu merasakan hal yang menyenangkan. Akan tetapi berbeda pada tahun ini. Kenapa berbeda ? setelah saya menjadi asisten di LEPMA LPBP, saya di tuntut untuk bisa menyampaikan materi yang sebelumnya saya tidak tahu. Pada hari selasa, 28 Oktober 2014 tepat di hari ulang tahun, saya mendapat tugas untuk menjadi instruktur dengan materi “Transportasi dan Penanganan Cargo”. Kepala saya waktu itu kaya membawa beban berat. Dan ketika saya tahu jumlah slide-nya yang waktu itu sebanyak 43slide saya tambah gelisah sendiri. Saya membayangkan, jika ada peserta nanya dan saya tidak tahu. Apa yang bisa saya lakukan? Akan tetapi untuk menghindari hal tersebut, saya dari hari sabtu sudah mulai belajar, dan bertanya kepada kakak senior yang ada di Lab. Puji Tuhan instruktur hari itu saya jalani dengan tenang dan lancar.

Dari pagi saya tidak peduli dengan handphone, saya fokus ke materi yang akan saya bawakan. Sekitar pukul 11.00WIB saya lihat handphone saya. Dan ternyata banyak yang memberi ucapan ulang tahun, dari temen SD, SMP, SMA dan kuliah. SMS ucapan ulang tahun pertama adalah dari Ibu dan Bapak. Saya senang sekali, mereka itu orang terdahsyat yang pernah saya temui. Membesarkan saya hingga detik ini, mereka mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Saya bangga punya mereka. Dan saya juga mengucapakan banyak terimakasih kepada teman-teman yang memberi ucapan serta doanya.


Semoga di umur yang ke-21 ini saya akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Belajar dari kegagalan yang ada, selalu menjadi orang yang bisa menyenangkan orang banyak. Dan selalu berfikir positif untuk meraih masa depan yang penuh harapan. Amin.

Asisten Baru

Banyak hal yang tak terduga di bulan Oktober. Saya mendapat berkat yang begitu melimpah dari Tuhan. Ini berawal dari ketidaksengajaan untuk menaruh lamaran di salah satu laboratorium di Universitas tercinta yaitu Universitas Gunadarma. Dimana ada salah satu teman kelas memberi info tentang perekrutan assisten di LEPMA. Tadinya saya tidak tertarik, karena saya sudah pernah mencoba untuk test perekrutan assisten di kampus, alhasil saya selalu gagal. Tapi dalam hati kecil, saya masih pengen mencoba. Dengan alasan, saya ingin mencari pengalaman. Pada tanggal 10 Oktober 2014, saya menaruh surat lamaran ke LEPMA di D441 ditemani sama Nova, niatnya coba keberuntungan, saya tau kalau di LEPMA testnya lebih susah. Dengan rasa percaya diri, saya taruh lamaran itu. 

Hari senin saya mendapat sms dari pihak LEPMA, kalau saya hari itu juga suruh ikut breiffing calon assisten baru pukul 15.00 WIB, di D440. Sebenarnya hari itu saya ada jadwal praktikum. Dengan tidak mau menyia-yiakan kesempatan, saya berniat untuk pindah jadwal praktikum. Saya lebih memilih fokus ke test asisten tersebut. Saya datang ke briefing tersebut, saya lihat di sekeliling saya banyak orang  yang juga ikut mendaftarkan di LEPMA tersebut. Dengan tidak melihat kanan kiri, saya berdoa dan yakin kalau Tuhan kasih yang terbaik. Hari itu saya di beri pengarahan dari pihak LEPMA untuk tata cara ujian di hari selasa, mereka memberi informasi tentang materi apa saja yang harus di kuasai, bawa alat tulis yang lengkap, dan berpakaian formal.

Setelah semua selesai briefing, sampai rumah saya menyiapkan apa saja yang di perlukan untuk test keesok harinya. Saya menyiapkan baju, rok, dan sepatu formal. Dan tidak lupa juga saya belajar untuk test tulis dan wawancara, dengan materi ekspor impor, bisnis ritel, service excellent, dan Letter of credit. Saya belajar sampai jam 2 pagi. Tidak mau terlalu kecapean, saya ngantuk dan saya pun tidur. Jadwal test Hari itu tutorial dan wawancara. Dan selesai pukul 16.00 WIB. Pengumuman lolos tidaknya akan di kirim via sms. Saya pun pulang dengan perasaan harap-harap cemas.

Malam hari saya lihat televisi dan saya tidak berpikir kalau malam itu langsung pengumuman, sekitar pukul 22.00 WIB handphone saya bunyi, saya kira ibu saya sms. Ketika saya buka ternyata pesan tersebut dari pihak LEPMA, “Selamat Malam, selamat bergabung sebagai anggota baru di Lembaga Pengembangan Bisnis Perdagangan (LPBP). Mulai besok kalian bisa mengikuti training sesuai jadwal kalian libur kuliah.” Saya pun langsung terkejut, antara percaya dan tidak percaya. Dengan rasa syukur saya pun berdoa kepada Tuhan, mengucap syukur atas berkat yang telah diberikan.

Pelajaran yang saya dapat dari pengalaman ini yaitu kegagalan dimasa lalu jangan buat penghalang kita untuk terus maju meraih impian kita. Sekarang saya menjadi asisten di LEPMA LPBP, doa saya terjawab, saya pun di beri kesempatan untuk mencari pengalaman di kampus sendiri. Terimakasih Tuhan atas semua anugrahNya J .